Akhid minta Pemkab Kulon Progo rilis data ketersedian pangan

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin ketersediaan kebutuhan pokok di wilayah ini aman hingga akhir Oktober, kecuali stok beras hingga Desember 2020.

Koordinator Gugus Ekonomi Penanganan COVID-12 Kulon Progo Bambang Tri Budi di Kulon Progo, Kamis, mengatakan berdasarkan data produksi, beberapa komoditas mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, daging ayam, telur, susu, telur ayam, sayuran, buah-buahan dan gas, garam, ikan dan bahan bakar minyak.

"Dari hasil data yang Organisasi Perangkat Daerah (ODP) pengampu, mulai dari Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Keluatan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, posisi dengan Oktober, ketersedian pangan di Kulon Progo pada posisi masih aman. Insya Allah, ketersedian berbagai komoditas amanan," kata Bambang dalam rapat terbatas kesiapan Pemkab Kulon Progo menangani COVID-19 bersama DPRD Kulon Progo.

Bambang mengatakan sistem pola tanam tanaman pangan di Kulon Progo sangat membantu dalam mengatasi ketersedian pangan. Pola tanam di Kulon Progo diatur supaya sepanjang tahun, panen merata, kecuali pada posisi Oktober dan November. Pada Agustus dan Desember sudah ada panen di Kulon Progo.

"Posisi ketersedian beras hingga akhir tahun di Kulon Progo aman," katanya.

Untuk ketersediaan kebutuhan pokok pabrikan, lanjut Bambang, berdasarkan laporan dari toko grosir yang ada di Kulon Progo ini, yakni tujuh grosir kebutuhan pokok, posisi aman. Bahan bakar minyak (BMM) mulai dari solar, pertamax, premium, dan pertalite sampai Oktober aman. "Ini sangat penting dari sisi perekonomian, kalau pergerakan tidak normal kemungkinan terjadi krisis pangan, kemungkinan akan berdampak pada peningkatan kriminalitas," katanya.

Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati meminta Gugus Ekonomi Penanganan COVID-19 Kulon Progo membuat rilis kondisi ketersedian pangan dan diumumkan kepada masyarakat supaya mereka tidak panik dalam menghadapi kondisi saat ini.

Saat ini, kondisi masyarakat sangat panik dalam mensikapi kondisi yang belum menentu seperti ini. Mereka bahkan memprediksi bila COVID-19 tidak segera meredam akan berdampak pada krisis ekonomi.

Berdasarkan laporan dari Gugus Ekonomi Penanganan COVID-19 Kulon Progo, ketersedian pangan pabrikan seperti gula, minyak goreng, garam, dan lainnya aman hingga Oktober 2020. Kemudian, ketersediaan beras aman hingga akhir tahun 2020.

"Masyarakat Kulon Progo ini sangat cerdar, bahkan ada yang sampai memprediksi kalau COVID-19 lama-lama akan berdampak pada kelangkaaan bahan-bahan kebutuhan pokok produksi lokal maupun pabrikan. Untuk itu, kami minta data keterdiaan pangan dirilis berapa jumlahnya. Hal ini merupakan bagian dari kehadiran pemerintah dalam rangka menenangkan dan tidak terjadi kepanikan di warga," katanya.