RATNA PURWANINGSIH JADI KETUA KPP DPRD PERIODE 2020-2024

Ratna Purwaningsih didapuk sebagai Ketua Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Kulonprogo periode 2020-2024. Bendahara Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menggantikan ketua terdahulu, Purwantini. 

Ratna resmi mengemban tugas baru tersebut setelah mengikuti serah terima jabatan yang dilangsungkan di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Kulonprogo, Kapanewon Pengasih, Senin (14/12). Acara ini turut diikuti Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, Ketua KPP Periode 2014-2019, Purwantini, seluruh anggota KPP dan sejumlah perempuan perwakilan anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (BKL) di Bumi Menoreh.

"Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya, semoga ke depan KPP DPRD Kulonprogo bisa bekerja lebih baik lagi dan tak lupa saya juga mohon bimbingan dari ketua DPRD Kulonprogo dan ketua lama agar tugas ini dapat dijalankan dengan maksimal," kata Ratna saat membuka sambutan, dalam serah terima jabatan itu, Senin siang. 

Ratna kemudian berbicara tentang pentingnya peran perempuan di era sekarang. Saat ini kaum hawa tidak boleh pasrah dengan keadaan dan hanya berkutat pada urusan domestik semata. Lebih jauh, perempuan musti bisa menunjukkan eksistensinya di berbagai bidang termasuk kancah politik. 

Kehadiran perempuan dalam perpolitikan di Indonesia begitu krusial karena dengan cara itulah dapat mengawal penentuan kebijakan pemerintah yang terkait dengan keberlangsungan hidup perempuan. "Dulu ada istilah perempuan itu hanya di sumur dan dapur, nah sekarang kita ini juga terlibat dalam pembangunan negara. Peran kita sangat diperlukan untuk memajukan bangsa ini," ucapnya. 

Sementara itu, Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati mengatakan keikutsertaan perempuan di DPRD Kulonprogo mengalami peningkatan. Pada periode 2009-2014, terdapat lima anggota perempuan. Namun setengah periode, salah satu anggota perempuan meninggal dunia sehingga hanya tersisa empat orang. 

Kendati begitu, empat orang termasuk Akhid, tetap memiliki peran di DPRD Kulonprogo. Sebab mereka semua masuk dalam seluruh jajaran komisi dan alat kelengkapan DPRD Kulonprogo. "Empat orang ini dibagi habis di empat komisi dan alat kelengkapan," kata Akhid. 

Kemudian pada periode 2014-2019 jumlah anggota perempuan di DPRD Kulonprogo naik menjadi tujuh orang. Adapun periode sekarang yaitu 2019-2024, sebanyak delapan orang, atau 30 persen dari total legislator. 

Selain serah terima jabatan ketua KPP baru, dalam kesempatan ini juga digelar pembinaan kepada para perempuan yang menjadi anggota BPK untuk menjalankan kinerjanya dengan baik. Mereka dibimbing untuk berani berpendapat dan menyuarakan aspirasi khususnya tentang keberlangsungan hidup perempuan dan anak-anak di Kulonprogo. (JRD - Harjo).