Dewan Minta Pemkab Perbaiki Sitem Pertambangan

Selasa, 17 Januari 2017 12:10:59 - Oleh : humas
 

Banyaknya jalan dan jembatan yang rusak di wilayah Kabupaten Kulon Progo ditengarai karena banyaknya truk pengangkut hasil tambang batu andesit yang melebihi tonase. Rata-rata beban jalan saat ini 5 sampai 6 ton, namun pada kenyataannya muatan truk batu andesit 8 sampai 9 ton, hal ini menyebabkan jalan dan jembatan yang dilalui menjadi rusak.
Keadaan tersebut membuat prihatin kalangan DPRD Kulon Progo. Wakil Ketua I DPRD H. Ponimin Budi Hartono, SE, Selasa (17/1) di ruang kerjanya meminta Pemkab untuk segera bertindak mengatasi masalah tersebut. Karena saat ini masyarakat yang merasakan dampak akibat kerusakan jalan dan jembatan.
"Pemkab harus segera mengatasi masalah ini, pemasukan yang diterima Daerah dari hasil pertambangan dan kerusakan yang ditimbulkan tidak sepadan, sehingga harus ada aturan baru yang dapat mengakomodir semuanya." tegas Ponimin.
Senada dengan Ponimin, anggota Komisi II DPRD Kulon Progo, Suharmanta, S.Pd, MM mendesak Pemkab untuk segera memperbaiki regulasi. Menurut Suharmanta, saat ini Pemkab mendapatkan pemasukan dari pajak pertambangan hanya dengan kontrak kerja, sehingga pemasukan yang diterima Pemkab tidak sepadan dengan kerusakan jalan akibat truk pengangkut batu andesit.
Lebih lanjut Suharmanta menjelaskan bahwa Pemkab Kulon Progo bisa mengadopsi apa yang telah dilakukan Pemkab Magelang, di Magelang disediakan jalan khusus untuk kendaraan pertambangan, sehingga tidak merusak jalan umum. Pendapatan Daerah juga bisa bertambah dengan adanya TPR dengan dilengkapi CCTV on line untuk memonitor aktifitas pertambangan.
"Di Magelang pemasukan Pemkab dari hasil pertambangan mencapai 18 milyar rupiah per tahun, karena mereka ada TPR di pintu masuk pertambangan, sedangkan di Kulon Progo pajak dari kontrak kerja hanya menghasilkan 1 milyar rupiah per tahun. Saya rasa ini juga bisa diterapkan di Kulon Progo." Suharmanta menjelaskan.

« Kembali | Kirim | Versi cetak