Komisi III DPRD sidak normalisasi Sungai Haisero-Pulo Pete

Selasa, 20 Februari 2018 03:54:56 - Oleh : Humas
 

Normalisasi sungai Haisero dari perempatan Nagung ke timur sampai Pulo Pete mutlak dilakukan sehingga daya tampung lebih memadai untuk mencegah potensi banjir. Pasalnya, banjir rutin terjadi menggenangi persawahan serta pekarangan warga di wilayah Panjatan dan sekitarnya saat musim hujan tiba. Hal ini dikarenakan adanya pendangkalan dan rusaknya sejumlah tanggul di sepanjang aliran sungai.

 

Hal itu disampaikan Komisi III (Pembangunan) DPRD Kulon Progo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek normalisasi sungai Haisero, Senin (19/2). Sidak dilakukan oleh Ketua Komisi III,  Aji Pangaribawa, ST bersama Sugiyanto, ST, MM dan Muridna.

 

Menurut pelaksana proyek PT. Adhi Karya, Agus Basuki, pekerjaan akan dilaksanakan dari Pintu Air di Perempatan Nagung, ke timur sepanjang sungai Haisero, Kaligawe, Peni sampai Pulo Pete di daerah Trisik, Galur. Total panjang proyek kurang lebih 23 km, dilaksanakan dalam waktu 2 tahun. “Akan tetapi saat ini kami belum bisa memastikan lebar saluran dan konstruksinya, termasuk jembatan-jembatannya karena masih dalam tahap desain tim”, jawab Agus Basuki saat menanggapi pertanyaan Aji Pangaribawa, terkait lebar saluran yang akan dibangun.

 

“Untuk jembatan-jembatan yang melintasi saluran proyek ini, kami minta agar dibuat standar jembatan kabupaten, untuk antisipasi apabila jalan akan ditingkatkan menjadi jalan kabupaten” ujar Aji Pangaribawa, saat meninjau langsung lokasi jembatan di sebelah barat Balai Desa Gotakan.

 

Lebih jauh Aji Pangaribawa menyatakan, setidaknya ada sekitar 6 titik jembatan yang perlu ditingkatkan dan didesain ulang. “Kami juga minta agar pelaksana proyek mendesain jembatan tidak menggunakan terowongan terpisah karena berpotensi terjadinya sumbatan akibat sampah yang tersangkut di kaki pemisah terowongan” imbuh Aji Pangaribawa.

 

Anggota Komisi III DPRD Kulon Progo, Sugiyanto juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, tumpukan sendimentasi sudah terlalu parah, sehingga perlu segera dilakukan normalisasi sungai dan membangun bangket disepanjang Sungai Haisero-Pulo Pete. “Apabila bangket tidak segera dibangun, dipastikan tingkat sedimentasi akan makin bertambah, karena longsoran tanah yang disebabkan gerusan aliran sungai” pungkasnya.

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak