Kian Memprihatinkan, Pasar Ikan Gawok Butuh Perhatian

Minggu, 18 Maret 2018 07:12:17 - Oleh : Humas
 

Memprihatinkan. Los ikan segar dari 10 unit bak penampungan hanya terisi 1, depo pemasaran ikan yang terdiri kolam penampungan sebanyak 14 unit, hanya terisi beberapa. Bak penampungan benih ikan dari 18 unit, hanya terisi  10 unit, Kolam besar yang diproyeksikan untuk pemancingan, ditumbuhi rerumputan. Tak ada aktifitas layaknya pasar ikan. Hanya nampak beberapa pekerja yang tengah merapikan papan nama Pasar ikan Gawok, yang berfungsi sebagai gate. Memang nampak penyegaran dibeberapa lokasi. Bangunan kantor pengelola di sisi timur dan barat terlihat baru dan rapi. Beberapa bagian los bangunan juga terlihat baru saja dilakukan pengecatan. Akan tetapi secara umum, masih jauh dari harapan sebagai pasar ikan pada umumnya, dimana ada aktifitas hiruk pikuk penjual dan pembeli, saling bertransaksi.

Kondisi itulah yang ditemui Komisi II (Bidang Perekonomian dan Keuangan) dan Komisi III (Bidang Pembangunan) DPRD Kulon Progo saat melakukan peninjauan lapangan di Pasar ikan Gawok, Wates, Jum’at (16/3/2018). Anggota Komisi II, Yuliantoro, SE, Muhtarom Asrori, SH dan Ir. Purwantini, dan dari Komisi III terdiri dari Aji Pangaribawa, ST,  Wisnu Prastya, Sugiyanto, ST, MM berdialog langsung dengan Yani, bendahara Asosiasi Pengelola dan Pemasar Hasil Perikanan Mina Binangun, mengenai keberadaan Pasar Ikan Gawok.

Pasar Ikan Gawok atau yang pada awal peresmian tahun 2008 bernama Kulon Progo Fish Center, dibangun menggunakan dana APBD Provinsi DIY dan anggaran dari pemerintah pusat. Tujuan dibuat Kulonprogo Fish Center ini untuk mengakomodasi dan memfasilitasi pembudidaya ikan agar bisa memasarkan hasil produksinya. Pasar ikan ini dibangun berkonsep pasar tradisional dengan tata cara berjualan yang modern. Sehingga tidak ada pedagang yang berjualan dengan mendirikan lapak-lapak lesehan. Setelah proses pembangunan selesai, pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Kulonprogo, tapi kemudian mangkrak sejak April 2011.

Awal November 2012, sempat diaktifkan kembali. Berbagai upaya dilakukan untuk menghidupkan pasar, diantaranya menghimbau PNS di Kulon Progo untuk berolah raga dan senam tiap Jum’at pagi. Akan tetapi hasilnya masih belum seperti yang diharapkan. Baik penjual maupun pembeli enggan untuk datang ke Kulon Progo Fish Center.

 Akhir April 2017, Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo, menata kembali Kulonprogo Fish Center dan mengganti nama menjadi Pasar Ikan Gawok (PIGa). Perbaikan sarana pendukung ketersediaan air dilakukan. Pekerjaan pemasangan jaringan perpipaan dari pintu sadap saluran induk irigasi Kalibawang sekitar 2.000 meter dimulai. Selanjutnya, Dinas KP melakukan pendataan ulang untuk penataan kembali manajemen pengelolaan PIGa. Termasuk para pedagang ikan yang pernah terdaftar berjualan di lokasi tersebut.

Lebih jauh Yani menjelaskan, pihaknya tengah melakukan perbaikan dan penyegaran sarana prasarana agar tampilan pasar lebih menarik. Asosiasi terus berupaya mengarahkan para pembudi daya dan pengusaha di bidang perikanan untuk memanfaatkan keberadaan Pasar Ikan ini. Untuk benih ikan, anggota asosiasi sebagian besar sudah mengambil dari Pasar Ikan Gawok. “Kami juga sudah berkomunikasi dengan pengusaha rumah-rumah makan yang ada di Kulon Progo, akan tetapi ternyata mereka sudah memiliki pemasok sendiri. Padahal dari segi harga, kami lebih murah. Kualitas ikan sudah memenuhi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB)," ujar Yani.

Ketua Komisi III,  Aji Pangaribawa, ST mempertanyakan peran Dinas Kelautan dan Perikanan Kulonprogo dalam mendukung keberadaan Pasar Ikan Wates. “Mungkin perlu intervensi dari dinas, menetapkan kuota 30% atau bahkan 50% rumah-rumah makan di Kulon Progo, untuk mengambil bahan baku ikan dari sini”, saran Aji saat berdialog dengan pengelola.

“Akan tetapi Asosiasi harus memastikan dulu kesediaan anggotanya untuk menjaga kontinuitas ketersediaan ikan segar maupun benih ikan, jika ingin Pasar Ikan  Gawok ini bisa menjadi maju dan berkembang” imbuh Wakil Ketua Komisi II, Yuliantoro, SE.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak