Ketua DPRD Akhid Nuryati pastikan revitalisasi sungai Serang tidak sebabkan banjir

Rabu, 5 September 2018 16:42:32 - Oleh : Humas Setwan KP
Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati menjelaskan pentingnya revitalisasi sungai Serang  

Wates (Setwan)- Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Akhid Nuryati memastikan revitalisasi Sungai Serang dan anak sungai, khususnya di jaringan irigasi Wojowalur dan Karangwuni tidak menyebabkan banjir.

Ketua DPRD Kulon Progo Akhid Nuryati mengatakan masyarakat khawatir kalau tanah pertanian dan permukiman banjir. Masyarakat sanksi, proyek revitalisasi jaringan irigasi Wojowalur dan Karangwuni sepanjang 4 Km dapat diselesaikan sebelum musim hujan.

"Ada terjadi salah pengertian antara warga dan kontraktor soal penutupan sungai, sehingga terjadi ketegangan. Tapi saat ini, sudah dapat diselesaikan dengan baik. Masyarakat dan petani sudah memahami alasan pihak kontraktor menutup sungai Serang", kata Akhid saat melakukan sosialisasi di Balai Desa Karangwuni.

Sementara itu, kalangan petani yang berada di kawasan sungai Serang, khususnya di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, mulai resah dengan adanya revitalisasi sungai serang dan anak sungai yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak yang menutup aliran sungai.

Kepala desa Karangwuni Wasul Khasani mengatakan awalnya keresahan petani dan masyarakat Karangwuni disebabkan teknis pengerjaan jaringan irigasi Wojowalur dan Karangwuni belum dijelaskan secara teknis rekanan, yakni PT Jaya Konstruksi.

"Berawal dari teknis di lapangan, orang awam melihatnya aliran sungai ditutup dapat menyebabkan banjir. Tapi setelah dijelaskan oleh pihak rekanan, bahwa penutupan aliran sungai bersifat sementara untuk akses membuat bangket dan jalan alat berat dapat menerima, "kata Wasul.

Selain itu, kata Wasul, petani Karangwuni khawatir pada musim tanam pertama yang dimulai November tidak bisa ditanam. Petani bingung untuk mendapatkan air , kemudian bila terjadi hujan dan banjir.

Seperti diketahui, jaringan irigasi Karangwuni dan Wojowalur ini merupakan jaringan utama yang bisa mengairi sawah, tapi juga untuk pembuangan air

Untuk itu, kami mengundang dari berbagai elemen, mulai dari DPUPKP , kontraktor, dan konsultan untuk menjelaskan kepada masyarakat. Kami meminta pihak kontraktor membuat sudetan untuk mengairi irigasi Karangwuni dan Wojowalur", katanya.

Wasul mengatakan dampak terburuk bila jaringan Karangwuni dan Wojowalur tidak selesai dan hujan lebat menyebabkan 60 hektare lahan pertanian terendam banjir.

"Banjir juga akan menggenangi permukiman warga, " katanya

Wakil Manajer PT Jaya Konstruksi Rohmad mengatakan dalam pemaparan cara kerja PT Jaya Konstruksi di jaringan irigasi Wojowalur pengerjaan proyek sepanjang satu kilometer. Lebar bawah 10 meter dan lebar atas 10 meter.

Pada akhir September ini, ditargetkan selesai 500 meter. Sedangkan, penutupan sungai dalam rangka alur keluar masuk alat berat ke lokasi peroyek. Hal ini supaya tidak merusak jalan lingkungan dan jalan kabupaten milik Pemkab.

" Kami yakin bahwa proyek revitalisasi jaingan irigasi Wojowalur dan Karangwuni tidak akan menyebabkan banjir, "katanya

« Kembali | Kirim | Versi cetak