Legislator Kulon Progo minta normalisasi muara Galur dipercepat

Kamis, 6 September 2018 15:13:06 - Oleh : Humas Setwan KP
Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Akhid Nuryati mendatangi kantor PT Adhi Karya rekanan BBWSSO untuk memastikan proyek normalisasi aliran Sungai Dawai, Heisero dan Galur. Akhid meminta Adhi Karya mempercepat normalisasi Muara Galur  

Wates (Setwan)- Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Akhid Nuryati meminta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak dan pihak rekanan mempercepat normalisasi muara Galur untuk mengantisipasi potensi banjir di wilayah Panjatan.

Akhid Nuryati di Kulon Progo, Kamis, mengatakan saat ini Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) melakukan normalisasi di aliran sungai Dawai, Heisero dan Galur.

"Kami minta BBWSSO mendahulukan normalisasi muara Galur. Kalau hanya normalisasi aliran sungai Dawai, Heisero dan Galur masih sebatas memperlancar air," katanya.

Menurut beliau, BBWSSO harus menaikkan tanggul supaya bisa membatasi luapan air, sehingga saat volume air tinggi tetap mengalir dalam saluran. Saat ini, talud yang dibuat BBWSSO di bawah tanggul, padahal volume air saat hujan deras sangat tinggi.

"Tujuan normalisasi itu supaya air tidak meluap saat hujan deras dan tidak menyebabkan banjir, tapi kalau talud yang dibangun di bawah tanggul, potensi banjir masih bisa terjadi," katanya.

Selain itu, Akhid meminta pihak rekanan melakukan normalisasi muara Galur didahulukan. Kalau sampai hujan tidak selesai, artinya normalisasi aliran sungai Dawai, Heisero dan Galur sama saja tidak ada manfaatnya.

"Nornaliasi muara Galur seharusnya didahulukan, supaya air tidak meluap dan mampu menampung air dari tiga sungai yang dinormalisasi," katanya.

Penata Muda BBWSSO Dwi Prasetyo Wibowo mengatakan saat ini, pihaknya sedang fokus  mengerjakan normalisasi aliran sungai Dawai, Heisero dan Galur untuk mengatasi masalah banjir di Panjatan, Lendah dan Galur.

Normalisasi sungai tersebut lebar bawah 10 meter dan lebar atas 10 meter, dari rencana semula lebar bawah enam meter dan lebar atas 10 meter. Pelebaran ini dimaksudkan supaya air yang mengalir tetap pada aliran sungai.

"Kalau melihat video banjir Panjatan pada 2017 memang sangat mengerikan, sehingga perlu dilakukan nornaliasi dan pelebaran pada aliran bawah supaya air tidak meluap," katanya.

Dwi mengatakan pihaknya optimis proyek normalisasi aliran sungai Dawai, Heisero dan Galur selesai sebelum hujan atau pada November nanti. Begitu juga muara Galur.

"Kami selalu memantau pelaksanaan proyek normalisasi, supaya proyek bisa berjalan sesuai tenggang waktu yang ditetapkan," katanya.

« Kembali | Kirim | Versi cetak