Pelaku Wisata Pantai Glagah Minta Dibangunkan Jalan

Jum`at, 18 Januari 2019 14:19:06 - Oleh : Admin
 

Paguyuban Pelaku Wisata Laguna Pantai Glagah (PPWLPG) minta pemerintah setempat membangun jalan masuk menuju obyek wisata. Jalan yang ada saat ini dinilai tidak representatif untuk dilewati pengunjung yang jumlahnya semakin banyak. Terutama pada saat hari libur yang jumlahnya mencapai ribuan orang.

Permintaan itu disampikan koordinator PPWLPG Subardiyono saat beraudiensi dengan DPRD Kulonprogo, Jumat (18/1) di gedung Dewan setempat. Audiensi PPWLPG ditanggapi ketua DPRD Akhid Nuryati SE, didampingi H Sihabudin, Kalis Gatot Raharjo, Muhtarom Asrori SH dan Agung Raharjo ST. Sementara dari eksekutif hadir sekretaris Dinas Pariwisata

Sejak dilaksanakannya pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), kata Bardi, jumlah pengunjung obyek wisata Pantai Glagah mengalami peningkatan cukup besar. Sayangnya, kata dia, jalan dari tempat pemungutan retribusi hingga ke lokasi laguna relatif sempit dan kondisinya kurang baik. “Kami mohon pemerintah segera membangun jalan tersebut agar pengunjung merasa nyaman dan nantinya jumlah pengunjung semakin meningkat,” tukas Bardi.

Selain jalan, Bardi juga berharap agar pemerintah membangun lampu penerangan jalan umum (LPJU), normailisasi laguna serta pembuatan pintu air laguna. Menurut dia, pintu air laguna sangat diperlukan untuk membuang air ke laut saat banjir. Karena bila terjadi banjir laguna tidak bisa digunakan untuk aktivitas pengunjung.

Mengenai rencana pembangunan kawasan wisata Pantai Glagah, Bardi berharap agar para pelaku wisata setempat dilibatkan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya. Dengan harapan pembangunannya bisa sesuai dengan kebutuhan wisatawan dan pelaku wisata secara riil.

Menanggapi permintaan tersebut, Akhid Nuryati menyatakan akan meneruskan permintaan warga kepada Bupati Kulonprogo. Menurut dia, sebagai salah satu obyek wisata unggulan Kulonprogo, obyek wisata Pantai Glagah perlu terus dibenahi. Termasuk infrastruktur pendukung seperti jalan dan fasilitas lain yang dapat menambah daya tarik bagi wisatawan.

Untuk pembangunannya, lanjut Akhid, para pelaku wisata perlu dilibatkan secara intensif. Karena merekalah yang tahu kebutuhan riil yang diperlukan. “Jangan sampai terjadi infrastruktur yang dibangun nantinya tidak bisa dimanfaatkan karena memang tidak sesuai dengan kebutuhan. Sehingga hanya mubazir,” tukas Akhid.

« Kembali | Kirim | Versi cetak