Dewan Minta Pemkab Rencanakan Pembangunan Jalan Tol

Jum`at, 22 Februari 2019 09:15:35 - Oleh : Admin
H Ponimin Budi Hartnono  

Wakil ketua DPRD Kabupaten Kulonprogo H Ponimin Budi Hartono SE MM minta agar pemerintah kabupaten segera membuat perencanaan yang matang tentang pembangunan jalan tol yang menghubungkan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) ke Kota Yogyakarta. Karena bandara tersebut direncanakan akan segera beroperasi.

“Beroperasinya bandara NYIA akan menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap peningkatan pengguna transportasi di Kulonprogo. Terutama untuk jalur menuju Kota Yogyakarta. Dipastikan akan jauh lebih padat disbanding saat ini,” kata Ponimin, Rabu (20/2) di ruang kerjanya.

Oleh karenanya, Ponimin minta Pemkab Kulonprogo segera bergerak cepat dengan membuat perencanaan pembangunan infrastruktur berupa jalan tol yang menghubungkan Bandara NYIA ke Terminal Jombor (Sleman). Hal ini membutuhkan investasi dan perencanaan yang matang dan cepat.

"Itu jelas, dari Bandara NYIA langsung menuju Demangrejo (Sentolo)-Nanggulan-Minggir-Jombor. Hal ini perlu ada kerja sama dengan beberapa pihak, termasuk pihak ketiga," tandas Ponimin.

Menurut dia, pembangunan jalan tol sangat mendesak. Pemkab harus melakukan sosialisasi supaya masyarakat mendapat pemahaman menyeluruh.

Pembangunan jalan tol, tutur politisi PAN tersebut, memang harus dikaji betul. Sejauh ini, Gubernur DIY menolak adanya wacana pembangunan jalan tol. Tapi DPU kabupaten dan provinsi harus sudah memiliki perencanaan.

“Hal yang mendesak untuk mengantisipasi bila Bandara NYIA beroperasi penuh dan pemindahan penerbangan total, perlu adanya perencanaan sedini dan sematang mungkin. Agar nanti tidak kedodoran," ungkapnya.

Di bagian lain, Ponimin juga berharap PDAM Tirta Binangun segera menyelesaikan pemasangan jaringan ke proyek Bandara NYIA. Sumber air, kata dia, bisa diambil dari Clereng dan Bendung Kamijoro maupun IPA Sapon, Lendah.

"Kami dorong PDAM Tirta Binangun bergerak cepat. Berdasarkan laporan dari PT AP I, proyek Bandara NYIA beroperasi keseluruhan," katanya.

Selain itu, Ponimin juga mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melakukan pemetaan potensi usaha yang bisa dikerjasamakan dengan PT AP I. Antara lain di bidang transportasi hingga outlet di lokasi bandara untuk memasarkan produk lokal.

Ia mencontohkan bidang yang bisa dikerjakan, seperti pengelolaan parkir dan koperasi taksi. "Kita harus memiliki perencanaan yang matang. Jangan sampai, bandara beroperasi baru membuat perencanaan," tukas Ponimin.

« Kembali | Kirim | Versi cetak