FPRB Karangsewu Minta Jembatan Gupit Diperlebar

Jum`at, 22 Februari 2019 09:38:11 - Oleh : Admin
Audiensi FPRB dengan DPRD  

Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Karangsewu, Kecamatan Galur minta agar jembatan Gupit diperlebar. Jembatan sepanjang 44 meter dan lebar 1,5 meter yang melintasi Sungai Gun Seiro itu dinilai kurang memadai sebagai pendukung jalur evakuasi bila terjadi bencana, khususnya gempa dan tsunami. Padahal jembatan tersebut paling strategis untuk jalur evakuasi bagi warga Gupit, Imorenggo dan Siliran

Disamping itu juga terlalu sempit untuk lalu lintas warga sehari-hari. Terutama di saat jam-jam sibuk pagi dan siang hari. Karena jembatan itu merupakan jalur yang digunakan warga di tiga dusun untuk melakukan kegiatan seperti sekolah, bekerja dan menuju lahan pertanian di wilayah pesisir selatan.

Permintaan itu disampaikan Sekretaris FPRB Desa Karangsewu Solihin saat beraudiensi dengan DPRD Kulonprogo, Kamis (21/2) di gedung Dewan setempat. Audiensi ditanggapi ketua DPRd Akhid Nuryati SE, didampingi segenap pimpinan dan anggota Komisi IV. Dari eksekutif hadir kepala BPBD Drs Aiyadi MSi dan Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPKP Yuniar Wibowo.

“Kami sudah sering mengusulkan pelabaran melalui musyawarah pedukuhan dan reses anggota DPRD. Namun sampai sekarang belum dapat terealisasi. Kami berharap DPRD bisa memberikan solusi terbaik. Karena jembatan Gupit sangat penting untuk mendukung transportasi dan keselamatan warga Imorenggo dan sekitarnya,” harap Solihin, yang juga Dukuh Imorenggo.

Selain pelebaran jembatan, Solihin juga minta agar jalan yang menghubungkan jembatan Gupit dengan jalan Deandeles, diperlebar. Saat ini, kata dia, lebar jalan 5, 5 meter, dengan panjang 130 meter. Idealnya lebar jalan tersebut sekitar 9 meter, katanya.

Menanggapi hal tersebut, Yuniar Wibowo menyatakan, jembatan Gupit merupakan wewenang Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO). Sehingga DPUPKP hanya berwenang untuk mengkoordinasikan dengan lembaga tersebut, katanya.

Sedangkan jalan menuju jembatan Deandeles, tutur Yuniar, belum masuk dalam SK Bupati tentang jalan kabupaten. “Kami belum bisa membuat perencanaan untuk bangunan ini,” tandasnya.

Namun demikian Akhid minta agar dinas terkait berkoordinasi untuk mencari solusi terhadap masalah ini. Karena, lanjut dia, fungsi jembatan Gupit sangat strategis bagi warga Karangsewu bagian selatan. Selain sebagai jalur evakuasi bencana juga sebagai lalu lintas sehari-hari warga setempat.

“Mari kita cari solusi bersama. Kalau kebutuhan dananya besar nanti kita upayakan dengan dana alokasi khusus. Yang penting kita punya komitmen untuk mencari solusi terbaik bagi warga,” imbuhnya.  

« Kembali | Kirim | Versi cetak