Dewan Berharap Pelabuhan Tanjung Adikarto Segera Disempurnakan

Selasa, 26 Februari 2019 10:40:14 - Oleh : Admin

Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Akhid Nuryati SE meminta pemerintah provinsi DIY secepatnya mencarikan solusi penyelesaian Pelabuhan Tanjung Adikarto supaya tidak hanya menjadi dermaga impian. Karena saat ini, kondisi bangunan dan infrastruktur pendukung Pelabuhan Tanjung Adikarto sangat memprihatinkan. Beberapa bangunan atapnya sudah rusak, jalan kawasan dermaga ambles, seperto perumahan untuk pendukung pelabuhan juga sudah rusak.

"Pelabuhan Tanjung Adikarto ini dibangun dengan dana yang tidak sedikit, sekitar Rp 450 miliar. Harapan saya, pelabuhan ini tidak dibiarkan mangkrak, dan tidak bisa dimanfaatkan," harapnya.

Ia mengatakan warga Desa Karangwuni, Kecamatan Wates, berusaha memanfaatkan Pelabuhan Tangjung Adikarto ini dengan baik. Di sini sudah dibentuk Pordarwis, disiapkan peraturan desa, tetapi terkendala oleh kewenangan pengelolaan Pelabuhan Tanjung Adikarto yang ada di Pemda DIY, dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan.

Untuk itu, Pemerintah Kulon Progo dan DIY perlu segera menjalin koordinasi untuk menemukan solusi atas permasalahan itu.

"Kemarin sempat ada wacana yang disampaikan ke kami bahwa di 2019 ini dana provinsi akan mengalokasikan anggaran KPBU untuk pelabuhan ini, tapi ya harus segera direalisasikan. Mengingat, kalau tidak segera dieksekusi, supaya tidak rusak fasilitasnya. Dulu, pemerintah pusat memiliki impian Pelabuhan Tanjung Adikarto, akan hanya menjadi "dermaga impian"," katanya.

 Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo Muntarom Asrori mengaku pesimistis Pelabuhan Tanjung Adikarto akan dibangun dalam waktu dekat dan dapat beroperasi. Hal ini dikarekan tingginya sedimentasi pasir dari laut selatan dan lupur dari Sungai Serang.

Menurutnya, Pelabuhan Tanjung Adikarto sangat kecil dapat beroperasi. Kalau potensial untuk mendarat, pelabuhan sudah dibangun sejak penjajahan Belanda waktu itu.

 "Kenapa Belanda tidak membangun pelabuhan di lokasi saat ini Pelabuhan Tanjung Adikarto, karena memang tidak layak," katanya. 

« Kembali | Kirim | Versi cetak