Komisi III minta DPUPKP perbaiki talud Demangan-Krembangan

Komisi III DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendesak pemerintah setempat segera memperbaiki talud di ruas jalan Demangan-Krembangan di Kecamatan Sentolo menuju Krembangan di Kecamatan Panjatan sepanjang 750 meter yang ambles dan longsor.

Ketua Komisi III DPRD Kulon Progo Nur Eny Rahayu di Kulon Progo, Senin, mengatakan saat ini, kondisi talud tersebut jebol karena jalan Demangan di Kecamatan Sentolo menuju Krembangan di Kecamatan Panjatan ambles.

"Ruas tersebut sudah menjadi langganan tanah ambles yang disebabkan kontur tanah labil, sehingga gampang ambles dan longsor. Setelah kami cek di lapangan, kondisi tersebut sangat mengganggu pengairan dan aktivitas masyarakat. Kami minta DPUPKP segera bertindak," kata Nur Eny.

Ia mengatakan bila talud di ruas jalan Demangan-Krembangan tidak segera diperbaiki, maka akan berdampak pada luapan air ketika hujan. Air tidak bisa mengalir, sehingga akan meluap ke sawah-sawah.

Komisi III DPRD Kulon Progo akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa karena pada saat awal anggaran ini belum ada anggaran untuk memperbaiki talud di ruas jalan Demangan-Krembangan. Kami berharap dianggarkan pada APBD Perubahan 2020 atau APBD 2021," harapnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kulon Progo Yuliyantoro mengatakan kondisi tanah sepanjang talud di ruas jalan Demangan-Krembangan sangat labil. Kalau diperbaiki, maka harus menggunakan cara dicor, setelah itu baru diaspal.

Talud di ruas jalan Demangan-Krembangan sudah masuk dalam pokok-pokok pikiran DPRD Kulon Progo, hanya saja belum dianggarkan pada 2020.

"Hal yang paling mendesak, yakni talud di ruas jalan Demangan-Krembangan harus diperbaiki pada 2020 dengan menggunakan APBD Perubahan. Jangan sampai merugikan sektor pertanian dan menghambat aksesbilitas warga karena menjadi jalur alternatif," katanya.