Raperda APBD Kulon Progo Tahun 2020 ditetapkan.

(Wates) Setelah cukup tertunda dari jadwal yang sebelumnya pukul 13.30 WIB menjadi pukul 15.40 WIB akhirnya Raperda APBD Kabupaten Kulon Progo Tahun 2020 ditetapkan. Penetapan Raperda dilaksanakan dalam Rapat Paripurna DPRD pada hari Jumat, 29/11/2019 dan dihadiri oleh 37 anggota DPRD dan Bupati Kulon Progo beserta OPD dan Camat di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo. 

Dalam sambutan pembukaan rapat paripurna DPRD, Ketua DPRD, Akhid Nuryati, SE menyampaikan bahwa agenda rapat Paripurna hari ini beracara pokok Penandatanganan Keputusan Bersama DPRD dan Bupati terhadap Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan dan Belanja Daerah Kabupaten Kulon Progo Tahun Anggaran 2020.

Selanjutnya Juru Bicara Badan anggaran DPRD Kabupaten Kulon Progo, Yuli Yantoro, SE dalam penyampaian Pendapat Badan Anggaran DPRD Kab. Kulon Progo memberikan beberapa rekomendasi, diantaranya terkait peningkatan pelayanan UGD di RSUD Wates dan peningkatan pendapatan BLUD, DPRD mendorong perluasan pelayanan UGD sehingga mampu menampung pasien paling tidak tiga (3) kali lipat. Dalam hal kebencanaan DPRD juga merekomendasikan kepada Bupati untuk melakukan koordinasi dan membuat MoU dengan BBWSO agar pemeliharaan sungai dan jalan inspeksi bisa dilakukan oleh Pemkab. DPRD mendorong agar realisasi penandatanganan MoU tersebut dilakukan pada tahun 2020.

Dalam kesempatan Rapat Paripurna ini Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo, menyampaikan beberapa hal penting yang telah menjadi kesepakatan bersama dalam pembahasan Raperda APBD 2020 diantaranya mengoptimalkan PAD melalui updating data potensi pajak dan retribusi daerah serta sumber-sumber pendapatan lainnya.  Selain itu juga penggunaan anggaran diprioritaskan pada program layanan dasar, peningkatan kualitas infrastruktur, pelestarian nilai budaya, penanggulangan kemiskinan dan penurunan ketimpangan wilayah. 

Bupati Kulon Progo dalam pidatonya juga menyampaikan bahwa pada APBD Tahun Anggaran 2020, Pendapatan Daerah menjadi Rp. 1.759.241.015.180,00. Belanja Daerah menjadi Rp. 1.755.136.612.497,00. yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 879.688.924.827,27 dan belanja langsung sebesar Rp. 875.447.687.669,73. 

Ditambahkan pula oleh Bupati Kulon Progo bahwa Penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp. 28.757.986.054,00 dan pengeluaran permbiayaan sebesar Rp. 32.862.388.737,00 sehingga pembiayaan netto sebesar minus Rp. 4.104.402.683,00.

Dalam penutup pidatonya, Bupati mengingatkan kepada seluruh OPD untuk senantiasa terus meningkatkan kinerja sehingga program dan kegiatan yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan sesuai waktu dan sasaran yang ditetapkan. (YA2019)